Tutorial mengkonfigurasi router Huawei HG8245A

Assalamu’alaikum Wr Wb

                Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah tutorial mengenai cara mengkonfigurasi router Huawei HG8245A. Berikut langkah-langkahnya :

  1. Reset ulang router yang kita miliki dengan menekan lubang yang terdapat disamping router (bisa menggunakan pulpen). Tahan sekitar 30 detik hingga lampu indicator mati. Lalu lepaskan dan lampu indicator akan menyala kembalip_20161117_123114
  2. Jika sudah, pastikan router terhubung dengan laptop/PC (disini saya menggunakan kabel UTP untuk menghubungkannya)p_20161117_122249 p_20161117_122303
  3. Setelah itu kita atur IP address laptop/PC kita agar terdapat disatu jaringan yang sama dengan ip address router (192.168.100.1), dengan cara :
    • Masuk ke cotrol panel, lalu pilih network and internet
    • Kemudian pilih network and sharing centeruntitled1
    • Lalu pilih change adapter settingntitled2
    • Disana kita bisa melihat device apa saja yang terhubung dengan laptop/PC kita, lalu kita klik kanan di Ethernet routernya dan pilih properties1
    • Lalu kita pili ipv4 dan klik properties2
    • Setelah itu kita atur ip address yang sejaringan dengan ip address router (misalnya 192.168.100.2)3
  4. Setelah ip address terdapat dijaringan yang sama, kita bisa langsung masuk ke sistem routernya dengan cara menuliskan ip address router pada browser4
  5. Lalu kita akan masuk kehalaman loginnya, kemudian masukkan username dan password defaultnyauntitled2
  6. Didalamnya kita bisa mengatur konfigurasi tiap port router, dan pada kesempatan kali ini saya akan mengkonfigurasi port WLANuntitled
  7. Didalamnya kita bisa mengkonfigurasi SSID WLAN, password WLAN, batasan device yang bisa terkoneksi, dll. Disini saya akan mencontohkan mengatur konfigurasi standar WLAN5
  8. Kita bisa menamai SSID dan mengatur passwordnya sesuai keinginan kita. Lalu atur Authentication Modenya menjadi WPA Pre-Shared Key. Setelah itu teman-teman bisa mengikuti gambar untuk pengaturan lainnya6
  9. Jika sudah, klik apply lalu konfigurasi baru pun telah dibuat. Setelah itu kita bisa menghubungkan jaringan WLAN dengan laptop/PC kita sesuai dengan nama SSID dan password yang telah kita atur tadi. Berikut contohnya :78Dengan ini konfigurasi baru pun telah dibuat. Sekian dan Terimakasih 🙂

Media Transmisi dan Tipe Koneksinya

Media Transmisi merupakan media penghubung yang menghubungkan pengirim dan penerima informasi. Cara kerjanya yaitu data diubah menjadi sebuah kode yang nantinya kode tersebut akan dimanipulasi sedemikian rupa untuk diubah kembali menjadi data. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda

Kegunaan -> media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk melakukan pertukaran data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakannya adalah kabel.

Jenis Media Transmisi

Media transmisi terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

  1. Guided Transmission Media

Merupakan jaringan yang menggunakan system kabel

a. Twisted Pair Cable

gambar-perbedaan-kabel-utp-dan-kabel-stp

Kabel yang terdiri dari 2 buah konduktor dengan tujuan untuk mengurangi atau meniadakan radiasi elektromagnetik

  • Kabel STP (Shielded Twisted Pair) -> kabel ini berisi dua pasang kabel yang setiap pasangnya dipilin dan lebih tahan gangguan apabila kabel tertekuk
  • Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) -> terdiri dari empat pasang kabel yang setiap pasangnya dipilin. Mudah digunakan dan harganya lebih murah akan tetapi rentan terhadap efek interferensi elektris

b. Coaxial Cable

fungsi-kabel-coaxial

Kabel ini banyak digunakan untuk mentransmisikan sinyal frekuensi tinggi mulai dari 300 khz keatas. Karena kemampuan transmisinya, kabel ini dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon. Akan tetapi, kabel koaksial mempunyai redaman yang relatif besar sehingga untuk hubungan jarak jauh harus dipasang repeater-repeater.

c. Fiber Optic

1408636335_bigstock__d_rendering_of_an_optic_fiber_17088053

Fiber Optic terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Fiber Optic bentuknya lebih ramping, kapasitas transmisi yang lebih besar, sedikit sinyal yang hilang, data diubah menjadi sinyal cahaya sehingga lebih cepat, tenaga yang dibutuhkan sedikit, dan tidak mudah terbakar. Hanya saja fiber optic ini memerlukan konversi data listrik ke cahaya dan sebaliknya yang rumit, memerlukan peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya.

  1. Unguided Transmission Media

Merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.

a. Gelombang Mikro

radar

Merupakan bentuk gelombang radio yang beroperasi pada frekuensi tinggi (dalam satuan gigahertz). Gelombang mikro dapat membawa jumlah data yang besar, biaya murah karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas, frekuensi tinggi atau gelombang pendek karena hanya membutuhkan antena yang kecil. Akan tetapi  rentan terhadap cuaca seperti hujan dan mudah terpengaruh pesawat terbang yang melintas di atasnya.

b. Satelit

47f7a-satellite

Satelit berfungsi untuk menerima sinyal dari stasiun bumi dan meneruskannya ke stasiun bumi lain. Satelit dapat menjangkau permukaan bumi yang luas, termasuk daerah terpencil dengan populasi rendah dan meningkatnya trafik telekomunikasi antar benua membuat sistem satelit cukup menarik secara komersial. Hanya saja biaya investasi dan asuransi satelit masih mahal dan atmospheric losses yang besar untuk frekuensi di atas 30 GHz membatasi penggunaan frequency carrier.

c. Inframerah

Inframerah biasa digunakan untuk komunikasi jarak dekat, dengan kecepatan 4 Mbps. Keuntungan inframerah adalah kebal terhadap interferensi radio dan elekromagnetik, inframerah mudah dibuat dan murah, instalasi mudah, mudah dipindah-pindah, keamanan lebih tinggi daripada gelombang radio. Kelemahan inframerah adalah jarak terbatas, tidak dapat menembus dinding, harus ada lintasan lurus dari pengirim dan penerima, tidak dapat digunakan di luar ruangan karena akan terganggu oleh cahaya matahari.

PDU information dalam CPT terkait Protokol

Assalamu’alaikum wr wb.. Kali ini saya akan memberikan artikel mengenai Protocol Data Unit (PDU) yang akan disimulasikan menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer (CPT).

Protokol Data Unit (PDU) merupakan sebuah layered data delivery system yang berkomunikasi dengan sebuah perangkat jaringan (network device) atau dengan protocol pada komputer yang sama. Sedangkan aplikasi Cisco Packet Tracer (CPT) merupakan salah satu sortware yang digunakan untuk simulasi/emulator jaringan yang dibuat oleh CISCO. Untuk jaringannya, saya akan menghubungkan 2 buah pc dengan 1 router. Berikut tahapannya :

  1. Setelah kita meng-install dan membuka aplikasi cpt, coba lihat dibagian kiri bawah. Disitu kita akan menemukan media apa saja yang ingin kita gunakan (disini saya menggunakan 2 buah pc dan 1 buah router dengan men-drag tiap iconnya)1
  2. Kemudian kita atur ip address untuk masing-masing pc. Klik pada pc yang ingin diatur ip addressnya, klik desktop lalu ip configuration. Misalnya kita atur ip address pada pc0 192.168.13.1 dan pada pc1 172.16.10.1 seperti pada gambar.23

Perlu diketahui, jika kita menggunakan router kita bisa menghubungkan dua pc dengan ip address berbeda. Seperti yang saya contohkan diatas yaitu menggunakan ip kelas C dan B

  1. Lalu kita pasangkan konektor cross untuk dihubungkan ke router. Kita klik icon konektor cross dan klik pada router lalu kita atur fast ethernet0/0 untuk pc0 dan fast ethernet0/1 untuk pc1.4

Gambarnya akan terlihat seperti ini5

  1. Selanjutnya kita atur ip address routernya. Perlu kita ketahui bahwa router berbeda dengan switch. Router dapat kita berikan ip address sedangkan switch hub tidak. Pada router sendiri setiap hardware memiliki penamaan misal Fast Ethernet 0/0 atau fa0/0 dan Fast Ethernet 0/1 atau fa0/1. Lalu kita atur masing-masing ip fast ethernet seperti gambar dibawah ini67

Setelah diatur, akan terlihat kabel cross yang dihubungkan berwarna hijau8

  1. Kemudian atur default gateway pada tiap pc agar terhubung dengan routernya. Pada pc0 atur default gatewaynya dengan 192.168.13.2 sesuai dengan ip pada fa0/0. Lalu pada pc1 172.16.10.2 sesuai dengan ip pada fa0/1 pada router910
  2. Jaringanpun sudah terhubung, untuk pengecekannya bisa kita lakukan ping dari pc0 ke pc1 dengan cara klik pc0->desktop->command prompt lalu ketikan seperti gambar dibawah.11

Jika terhubung, aka terlihat tulisan reply…. Pada command prompt

  1. Selanjutnya kita gunakan simple pdu dari pc0 ke pc1 (klik icon pesan pada bagian kanan aplikasi) jika berhasil akan ada notifikasi successful dibagian kanan bawah12
  2. Untuk melihat simulasi pengiriman pdu secara jelas, bisa kita gunakan fungsi simulation mode lalu klik auto capture/play13
  3. Kemudian akan muncul proses pengiriman simple PDU dari sebuah PC ke PC lain yang telah ditentukan sebagai penerima14
  4. Selain itu pada aplikasi cpt ini kita bisa melihat layer apa saja yang terlibat saat pengiriman simple PDU pada jaringan ini dengan meng-klik icon pesan pada pc0. Lalu akan tampil halaman OSI model yang didalamnya tertera layer apa saja yang terlibat dan proses yang terjadi di tiap layer15

Sekian artikel mengenai artikel ini. Semoga bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya. Terimakasih 🙂